Tampaklah oleh Nani tubuh hitam, kekar karena sering menarik gerobak sayur milik warno mengkilap karena keringat dan torehan cahaya matahari. Bokepindo Barulah ia sadar akan apa yang terjadi, ia telah menghianati suami, telah menyerahkan sesuatu yang seharusnya hanya ia berikan kepada suaminya tidak kepada warno, menunduk ia sambil menangis.Sementara warno tidak tau apa yang harus dilakukan, ”maafkan aku mbak…maafkan aku, hanya itu yang keluar dari mulut warno. Kembali ia mengecup bibir Nani yang memang sudah menunggu aksi warno berikutnya. Dari sekian banyak langganan warno ada seorang pedagang sayuran dan bumbu dapur bernama Nani yang begitu dekat dengan warno karena kebetulan pangkalan gerobak warno berada didepan counter atau tepatnya lapak dagangan mbok Nani. Beberapa lama aksi ini mereka lakukan, hingga akhirnya terdengar suara Nani“mas…mas…mas warno sekarang, aku nggak tahan”.




















