Dia selalu membelikan baju-baju indah dan boneka porselain untuk dipajang dikamar tidurku. Bokepindo Dia pun menahan tanganku yang terikat dan mendekatkan bibirnya ke bibirku. “Seperti boneka..”
Aku yakin sekali dia bergumam [“..boneka yang aku idam-idamkan”]
Lalu dia melepaskan wajahku dan langsung meninggalkanku begitu saja.Sehari setelah kunjungan itu, Erik bersama temannya itu kembali mengunjungi yayasan, untuk mengadopsi diriku. Dia membuka pintu dan melihat diriku mematung sambil menangis di sana. Ballroom hotel itu sangat indah, Erik mempersiapkannya secara spesial. Erik sangatlah baik padaku. “Seperti boneka..”
Aku yakin sekali dia bergumam [“..boneka yang aku idam-idamkan”]
Lalu dia melepaskan wajahku dan langsung meninggalkanku begitu saja.Sehari setelah kunjungan itu, Erik bersama temannya itu kembali mengunjungi yayasan, untuk mengadopsi diriku. Senyuman misterius menghiasi wajahnya. tidaak!!” aku sangat malu melakukan posisi itu.Tetapi Erik tidak peduli dan melanjutkan kembali permainannya.




















