Dia menunjuk tepi tempat tidur, di antara pahanya yang terkangkang.Kami terus membaca. Bokepindo Celana seragamku aku rendam di kamar mandi.Aku menuju dapur, lalu makan bersama Kak Tina. Kakinya terbuka lebar, sedang kain yang dikenakannya tersingkap. Kenalkan namaku Sapto, Ceritanya ini tentang pengalamanku semasa sekolah, hidup dan menumpang di rumah ayah angkatku Pak Rochim, Pegawai Dinas Pertanian di ibukota kabupaten tempat aku lahir di pulau Sumatera. Baunyapun beda, seperti bau akasia.“Udah besar ngompol. Sudah bisa dapat anak”. Setelah aku mengganti celana, aku meraih novel itu. Beratkupun saat itu belum sampai 40 kilo. aah, aku semakin deg-degkan. Tangan Kak Tinapun tetap meraba pahaku. Telah memakai kain sarung. “Tapi kan saya ingin tahu.




















