Tiba-tiba timbul niat untuk mengintip.Aku mencoba mengintip dari lubang kunci, ternyata tubuh Non Kristin mulus dan susunya sangat kenyal, kuamati terus saat Non Kristin menyiramkan air ke tubuhnya, dengan perasaan berdegap aku masih belum beranjak dari tempatku semula. Aku nggak peduli sebab bagiku bukan tugasku untuk membuka kamar Non Kristin, aku hanya ditugasi jaga rumah ketika Pak Beni dan Istrinya Pergi kerja dan merawat tamannya saja.Pagi itu Pak Beni dan Istrinya pamitan mau keluar kota, katanya baru pulang minggu malam sehingga dirumah itu tinggal aku, Bik Miatun dan Non Kristin. Bokep mau keluar Non.”
“Keluarkan saja didalam Jon..”
“Aggh.. “Nggak usah diteruskan Bik aku malu.”
“Malu sama siapa? “Lho.. ” Hah? “Nggak gimana?” tanya Bik Miatun seolah-olah mau menyelidiki aku. Non.”
“Jon.. Entah sengaja memancing atau memang kebiasaan Bik Miatun setiap mencuci baju selalu menaikkan jaritnya




















