Dia sudah siap meninggalkan panggung, tapi beberapa orang sekuriti menahan Tamara. Rafly menunjukkan tanda tangan Tamara di surat perjanjian sambil berkata penuh percaya diri, hitam di atas putih. Bokepindo Cabut! Kamu tetap saja selalu melarang aku menemuinya, kalau saja ada yang bisa aku lakukan, pasti akan aku penuhi, jangankan cuma tiga permintaan, sepuluh pun pasti aku penuhi. Setelah beberapa saat berciuman, akhirnya Tukul melepaskan Tamara yang megap-megap mengambil nafas. Itu bayarannya buat istri yang seenaknya sendiri minta cerai! Jangan buat aku orgasme lagi! Dia kaget sekali karena tiba-tiba saja diserang oleh Tukul. Tamara sudah lihat sendiri kan situasinya? Untuk Tamara Arwana, bagaimana kalau penis Mas Tukul dibikin tegang lagi? Tamara melirik ke arah mantan suaminya itu dengan pandangan kesal.




















