Aku kembali menamparnya pelan. Bokepindo Sekarang pria brengsek pemerkosa pertama berganti posisi di sebelah kananku, mengarahkan tanganku pada kemaluannya. lalu mulai merintih. Aku tersenyum malu, lalu mengangguk pelan. lalu mulai merintih. Ujarnya sambil terus berusaha menciumi wajah dan bibirku, lidahnya mendesak-desak untuk masuk ke dalam mulutku. “oouhh…ouuhh…shhh”, aku merintih dan mencoba menggigit bibir agar rintihanku tak terdengar nyaring. Mataku yang sembab, tubuhku yang basah oleh keringat, bercak-bercak merah bekas gigitan dan cupangan kecil di sekitar payudara dan pahaku. Wajahnya sedikit memucat, tampak di depan cermin meja rias. Namun tak menunggu lama, kembali seorang pria di antara 4 pemuda itu berlutut di hadapanku, bagai pelacur profesional segera kutangkap kemaluannya dan kuarahkan ke mulutku. Rasa dendamku berganti gairah bagai gadis remaja dirasuk asmara. “ah..jangan galak-galak begitu dong sayang”, ujarnya sambil berdiri,berjalan mendekatiku dan dengan




















