Ada cairan putih di celana dalamku.Di kantor, aku masih terbayang-bayang wanita yang di lehernya ada keringat. Bokep Kini pindah ke paha sebelah kanan.Ia tepat berada di tengah-tengah. “Ini..,” kutunjuk pangkal pahaku.“Besok saja Sayang..!” ujarnya.Ia hanya mengelus tanpa tenaga. Atau mau gunting? Mbak Hawin sudah turun. Aku masih ingat sepatunya tadi di angkot. Lha wong Mbak Hawin menutupi wajahnya begitu. Eh bisa juga wanita setengah baya ini ramah kepadaku.Lalu ia membersihkan pahaku sebelah kiri, ke pangkal paha. Napasnya tersengal. Keringatnya meleleh seperti yang kulihat sekarang. Cuaca ibu kota membuatku panas saat menaiki angkutan umum, bentar lagi sampai di kantor, dan aku berdiri di pintu untuk mendapat angin masuk kedalam angkot, pekerjaan di kantor aku kerjakan di rumah supaya cepat selesai dan tidak menumpuk, sambil ngalamun aku di bentak ama seseorang untuk menutup jendela




















