Dulu apabila makan pagi kami sering berdua kali ini aku duduk sendiri diudjung medja. Bokepindo Kadang-kadang kisah ,Flash- uordon ” Sekali-ka.ii ajah membawaku keres- toran besar. Aku tidak pernah lagil mendengar suara berang ajah. Ia tahu soal uang menjadi hangat. Dialah raaksud Tante Nora jang mendidik aku sedjak ajah berpulang kerumtullah. Punja kemewahan, rumah bagus, kebun-indah, suasana ■segar dan hidup penuh kemesraanWaniia seusia Tanle Nora biasanya sudah punja baji. Aku setuju. Kemudian pipi dan hidungku ditjiumnja. Aku tidak. Pentih kenang- kenangan ? Perabot-perabot rUmah dilelang kepada umum.Rumah disewakan Hari terahir Tante di Djakarta, kami berdua pergi melihat kuburan ajah. Aku senang padanja. Aku senang padanja. Aku ter pengaruh dengan hisak tangisnja hingga tanpa ku sadari air mata meleleh (dipipiku. Semua yang hadir memeluk dan mentjiumku Sarinem pelajan rumah kami djirga mendjadi perhatian




















