Di sana, banyak anak-anak yang sebaya denganku. Yayasan Bunda Erika, aku membacanya di sebuah papan nama di depan pintu masuk bangunan itu. Bokep Dia membuka pintu dan melihat diriku mematung sambil menangis di sana. Dia pun menahan tanganku yang terikat dan mendekatkan bibirnya ke bibirku. Mukaku terasa panas. Aku mulai sedikit meronta sambil berteriak. Erik melepaskan kemejanya dan celananya, masih memandangiku. Erik mulai meremas-remas payudaraku yang belum tumbuh seutuhnya.“Ahh..”
Aku mulai menikmati getaran aneh pada diriku. Tidak lamapun, aku merasa kalau aku telah menemukan rumah baru bagiku. Erik melanjutkan ciumannya ke leher dan menggigitnya sedikit, remasan tangannya di payudaraku makin kuat. “Ya Erik..aku adalah milikmu. “Ya Erik..aku adalah milikmu. “Erriik!! “Erriik!! Tanpa sadar pipiku bersemu merah.Setelah pesta usai, Erik mengajakku istirahat di kamar hotel. “Emm..” aku tidak berani bilang kalau aku merasa sakit.




















