Marah yaa? Bosan dengan posisinya, Tomo membalikkan posisi tubuhku menjadi telungkup.“Erriik..!! Bokepindo Celana dalamku juga akan dilepasnya.“Erriik!! Benar saja, aku melihat Tomo berbenah memberesi bajunya dan bergerak menuju pintu.Dia membuka pintu dan melihat diriku mematung sambil menangis di sana. Aku berteriak.“Ini akibatnya kalau jadi perempuan genit!!”Tomo menariknya lagi untuk kedua kalinya, pakaian dalamku semakin terlihat. Tanpa sadar pipiku bersemu merah.Setelah pesta usai, Tomo mengajakku istirahat di kamar hotel. Aku tidak akan pernah membencimu Maria..”Pelukan Tomo semakin erat. Aku pun mengikuti permainannya, sedikit takut, sedikit ingin tahu. Aku nggak marah kok. Dan itu sudah lebih dari cukup bagiku. Jangaan!!”, aku berteriak ketakutan.Terlambat, aku sudah telanjang total. Dia selalu membelikan baju-baju indah dan boneka porselain untuk dipajang dikamar tidurku.




















