Sekilas wajah Lia di bayanganku. Kumasukan lidahku ke dalam bibirnya. Bokep Aku sangat tidak mengharapkan bertemu dan mendapati kenyataan yang menyakitkan seandainya perasaanku benar, aku sungguh tidak mengharapkan. aku pulang dulu ya?” kataku sambil berjalan ke arah pintu.“Ben..” panggilnya lirih. Setiap centimeternya kulakukan dengan sangat perlahan. “Ssshh.. Dadaku sesak karena cemburu. “Aaass.. “Jangan marah Ben..”
“Tidak..”Kupacu mobilku ke arah utara. bukan untuk perayaan atau kesedihan tapi ketololan. Yup, cemburu. Kulit tubuhya sangat lembut dan kontras sekali dengan redupnya lampu. Hmm, kemaluanku semakin mengeras. Hah, aku terangsang! Kumundurkan kursi mobil dan mulai memejamkan mata. Aku baru saja datang dari luar kota dan mendengar bahwa pacarku sedang keluar sejak 2 jam yang lalu!




















