Lama kelamaan aku berani untuk mengandeng tangannya sertadia gak marah. Bokepindo Kulepas kemejaku serta aku kembali rebahan lagi serta kembali diletakkan kepalanya di atas badanku. Ada tidak sedikit seribu tanya dalam hatiku mengenai gadis ini, tapi sekali lagi kata hatiku menenangkan diriku. Kaki Sinta menjepit pinggulku sambil semakin mendesah. Aku disuruh diam serta menikmati permainannya saja. Reaksi dirinya pas aku tanya begitu, dirinya malah ketawa serta mengatakan
“Lucu ya cowok disini, beda sama cowok Hongkong, kalau disana tentu tanya nanya nama, pekerjaan, tinggal dimana. Akhirnya aku alihkan arah pembicaraan kita, aku tanya padanya, kenapa kog jalan di mall sendiri.Aku mencoba sesantai mungkin, kulepas sepatuku serta kurebahkan tubuhku di atas kasur. Aku agak sedikit bingung, ketika tidak sedikit wanita aneh yang senyum gak jelas padaku begitu papasan.




















