Angin malam berembus cukup kencang, tirai putih tertiup dan melambai pelan. Apa yang Rysh mau kali ini, apa pria itu mengabaikan perintah Felica untuk menjaganya? Bokep Malam itu, Luzia kembali mengalami penderitaan. Menyedot cairan bening nan lengket yang sejak tadi sudah keluar dan menjadi pelumas di sana. Sudah tak bisa ia tahan, sudah cukup ia di siksa.“Rysh!” panggil Luzia dengan suara parau, ia sudah berteriak sangat banyak hari ini, tenggorokannya terasa sakit.Entah sudah berapa lama ia terpasung, Rysh yang ia nantikan belum juga kembali dan membuatnya sangat kesal. Dengan segera, Rysh menaikan sebelah kaki Luzia ke atas kursi, ia memasukan kejantannya dan terkekeh saat Luzia terlihat kaget.Luzia hampir saja menjerit saat selaput daranya robek, ia menggigit bibirnya kuat dan membuat sedikit darah keluar dari bekas gigitan.










