Tapi kakiku saja yang seperti memagari tubuhnya. Bokepindo Ia tidak membalas tapi lebih ramah. Dipijat seperti ini lebih nikmat diam meresapi remasan, sentuhan kulitnya. Ia berlutut mengelap paha bagian belakang. Aku tahu di mana ruangannya. Payudara itu dari jarak yang cukup dekat jelas membayang. Begini saja daripada repot-repot. Ia membersihkan punggungku dengan handuk hangat. Hari itu memang masih pagi, baru pukul 11.00 siang, belum ada yang datang, baru aku saja. Tapi mengelap dengan handuk hangat sisa-sisa cream pijit yang masih menempel di tubuhku. Ia sudah membereskan peralatan pijat. Lihatlah ia tadi begitu teliti membenahi semua perlatannya. Aku tersetrum. Ke bawah lagi: Turun. “Si Nina, yang tadi. Tidak lama wanita itu mengetuk langit-langit mobil. Ada sekat-sekat, tidak tertutup sepenuhnya.




















