Namun, belum juga kutemukan Maryamku. Bokepindo Aku benar-benar menjadi malu pada Allah dan Rasul-Nya. Tubuh itu lantas berbalik ke arahku, pandangan matanya menunjukkan ketidakpercayaan atas kehadiranku di tempat ini. Aku terlalu sibuk memperhatikan kekurangan-kekurangan isteriku, padahal di balik semua itu begitu banyak kelebihanmu, wahai Maryamku. Piring-piring kotor berpesta-pora di dapur, dan cucian, wouw! Kuperhatikan ada inisial huruf M tertulis di sandal jepit itu. Tubuh itu lantas berbalik ke arahku, pandangan matanya menunjukkan ketidakpercayaan atas kehadiranku di tempat ini. Sementara teman-temannnya bersepatu bagus.“Maafkan aku Maryam,” pinta hatiku.“Krek…,” suara pintu terdengar dibuka. Dug! Rumah ini berantakan karena memang Ummi tak bisa mengerjakan apa-apa. Lalu segera kuambil sandal jepit kumal yang tertindih sepatu indah itu.




















