No info
Aku jengkel banget.Hujan mulai turun. Aku? Bokepindo Aha, dia mengerti. Paling tidak dengan jariku.“ga papa …”Kami berdua terdiam. aku merabanya. Orang-orang makan malam dan ke belakang. Tanganku sudah berada tepat di atas gundukan itu. tetap mereka tertidur nyenyak, padahal AC mati.Aku memandang “partner”ku. Mungkin cupnya cuma setengah. Berarti sebentar lagi masuk kota. aku merabanya. Pelaaan sekali. Temperatur udara dalam bis mulai panas. Apalagi oleh suaminya yang hanya duduk 50 cm di seberangnya. Tapi dari gerakan tubuhnya aku tahu, dia sangat terangsang. Benar-benar mulus. Hari sudah sore ketika aku tiba di terminal Lebak Bulus. “adikku” tidur nyenyak sementara dia sendiri terpuaskan.





















