Aku dan Ivan saling memandang penuh arti. Ganas juga cewek ini, dalam hati. Bokep “May I..?” tanyaku sambil mencoba melepaskan tali Kamisol di bahu Lia hingga jatuh. Si Ivan kini menghampiri Lia dan mencoba membujuk cewek itu.“Ayo dong Li.., kan kamu udah janji.”
“Nggak ah, malu.” pipinya merah merona. Aku memotret sambil mengamati kulitnya yang banyak terekspos dari leher, dada, punggung, paha. Bilangnya sama si Lia cari udara segar dulu. “Thanks.” ucapnya pelan. Aku tidak kepikir lagi untuk mengatur cahaya dengan light meter saku, pokoknya segala macam teori kompensasi cahaya sudah hilang di kepalaku karena otakku setengah sadar setengah terangsang.Tapi aku tidak perlu khawatir, karena aku mengandalkan kecanggihan kameraku yang bukaan lensa serta speed-nya ku-set mode auto. Ketiaknya bersih sekali, hampir tidak ada bulunya.




















