Erik mulai tidak sabar, dan dia memasukkannya dengan kasar. Wanita itu mengerang dengan keras. Bokepindo “Ayo bangun, cepat mandi, pakai pakaian terbaik kalian, setelah itu kalian harus berkumpul di aula. “Ahh..!!” nafasku makin memburu.Tiba-tiba Erik berhenti dan melihatku sambil tersenyum misterius. “Ahh..”
Aku mulai menikmati getaran aneh pada diriku. Dan aku segera membenamkan diriku ke dalam pelukan Erik.“Terima kasih..Erik.” Yang paling menyedihkan adalah, aku sama sekali tidak pernah dikenalkan ataupun berjumpa dengan kerabat ayah maupun ibu. “Tidak”, Erik masih memandangiku sambil memegang mukaku, seolah-olah aku tidak bernyawa. Dan lagi, sekarang.. Aku takut dibenci. Tapi, dia juga bersikap disiplin. Aku..melakukan kesalahan apa?”Tanpa banyak bicara, Erik menggeretku ke tempat tidur, mencopot dasinya dan menggunakannya untuk mengikat kedua tanganku dengan kencang. Dan lagi, sekarang.. “Anak bodoh.. Dan aku bisa tahu apa yang terjadi di dalam sana.




















