Tadi malam sampai jam 11 malam. Aku ingin tahu siapa yg mengetuk itu, walaupun aku sudah hampir pastikan dia sang lelaki yg tak kukenal itu.Kuintip dari lubang lensa kecil di pintu. Bokep Duh, duh, duh..Apa lagi ini. Aneh, aku tak merasa menyesal, tak merasa khawatir, tak merasa takut.Ada rasa kelapangan dan kelegaan yg sangat longgar. Kemudian dengan seringainya dia menelusurkan mukanya.Dia benamkan wajahnya ke ketiakku. Dan aku benar-benar terbanting. Aku bertindak seakan menolak saat Alan menggendong aku dari ambang pintu ke peraduanku. Kembali dia memeluki aku, lantas menciumi bibirku, lantas menyingkap gaunku, lantas melepasi kutangku, lantas memerosotkan CDku.Lantas mengelusi pantatku, pahaku, meremasi kemaluanku kembali, bibirnya terus melumati bibirku.Kacamataku diangkatnya. Dan kini justru aku yg seakan ketagihan dan berbalik mengejar sang pemerkosa itu dengan sepenuh nafsu birahiku.Kenapa aku mesti mengalami dan melewati peristiwa




















