Kembali aku menyoroti Minoru dengan keadaan sama-sama telanjang. Bokep “Sekarang layani aku!!!”, perintahku menyuruh Minoru menghentikan jogetannya.Kutarik tubuhnya hingga mendekat denganku.Aku menekannya ke bawah hingga dia terlutut di depanku. Aku kaget rupanya dia menceritakan semuanya dengan blak-blakan. Zenit lalu bangkit dan membuka DVD playernya, diputarnya lagu AKB48 sambil bilang, “Semua member group ini nantinya akan aku bunuh di Jepang sana!”, katanya dengan nada kasar sehingga Minoru ketakutan.Lucu memang, Zenit dendam dengan Jepang entah sebab sebab apa, tapi dia juga rupanya menyimpan kaset AKB48 itu, walaupun dengan alasan ini mempelajari siapa-siapa saja yang ada di group itu. “Bangun lah…”, perintahku agar dia tidak Cuma berbaring di kasur. “Sekarang layani aku!!!”, perintahku menyuruh Minoru menghentikan jogetannya.Kutarik tubuhnya hingga mendekat denganku.Aku menekannya ke bawah hingga dia terlutut di depanku.




















