Dia pergi ke arah kota untuk minum-minum di kafe. Keringatku membasahi tubuhku dengan deras membuatku semakin lemas.Sementara itu, punggungku terasa amat sakit akibat cambukan dan bagian depan tubuhku dan daerah sekitar kemaluanku masih memerah akibat siksaan panas lilin tadi malam. Bokep Nyonya Hana kemudian menyuruhku untuk mengikutinya menuju ke sebuah sungai yang ada di situ. Setidaknya tidak seperti kamu. Rasanya seperti di neraka. Aku benar-benar berteriak histeris. Dia masih kembali memiringkan lilinnya ke arah tubuhku. Ternyata itu adalah Nyonya Hana. Aku tahu bahwa anjing pun masih mendapatkan perlakuan yang lebih baik. Harga diriku benar-benar diinjak-injak. Aku benar-benar merasa direndahkan saat itu. Aku tidak berdaya.Selang beberapa menit, aku pun kembali tenang. Gadis-gadis di situ menjerit menahan malu. Setidaknya, anjing masih diberikan makanan secara teratur dan disayang oleh majikannya.




















