Seksi sekali. Bokepindo Aku kembali berbicara dengan clientku. Jadi, dengan jelas Felicia bisa melihatku. Tak lama kudengar suara Felicia menghilang dan berganti dengan suara penyanyi pria. Aku kembali duduk dan memesan hot tea. Kukocok lagi dengan gencar. Aku tertawa saja. Tapi aku yakin Felicia akan tertarik. “Enak lho..” sambungnya sambil menjilat telingaku. “Salah tuh mainnya.” komentar Felicia. Tak lama kudengar suara Felicia menghilang dan berganti dengan suara penyanyi pria. Caraku menjilatnya lah yang membuatnya mengerang. “Aman, Boy. Di tangannya ada sebuah kaos. Aku ditolak.“Katanya mau ke kamar mandi?” tanyannya sambil tersenyum. Dekat sekali. Aku tidak sempat lagi menutupi tubuh telanjangku.“Ups.. Mengambil handuk dan mengeringkan tubuh kami berdua. Tanganku merain kaosnya dan membukanya. Dengan segera Felicia mengajariku memainkan keyboardnya. Udah lama aku tidak merasakan semburan cairan pria” Aku agak terhenti.




















