“Kamu seperti habis menangis, kenapa sell?” Tanyaku.Gisell terdiam sambil memandangi kaca depan mobil.“Maaf kalau aku lancang, hanya bertanya…” Tambahku khawatir ia tersinggung dengan pertanyaanku barusan.“Enggak kok, Shan. Bokep indo Ku tarik celana panjangnya sehingga terlihat celana dalamnya yang berwarna hitam. “Saya temani disini saja.”“Ya enggak dong, mas. Hidung mancung, kulit putih dan bibir tipisnya menambah kecantikannya, apalagi saat ia sedang tersenyum.“Mbak siapa namanya?” Tanyaku. Aku hanya menoleh sebentar dan tersenyum.Ku angkat tubuh Gisell yang lemas tak berdaya itu ke kamar ku lagi. Kakinya begitu jenjang dan indah, suka sekali aku menatapnya berlama-lama.Ku usapkan tanganku dari betis hingga ke pahanya, mengirimkan rasa geli ke seluruh tubuhnya yang semakin menegang. Jadi searah kan sama rumahmu?”“Oh ya?




















