Sebagai dua insan yang berlainan jenis, aku tidak munafik kalau akhirnya akupun tertarik pada sosok Hilda yang begitu baik.Pada suatu hari aku mengajaknya ke sebuah tempat wisata, dan disana kami menysuri pantai dengan mesranya meskipun belum terucap kata cinta dar ulut kami berdua. aku nggak bermaksud…” Belum selesai aku meneruskan kata-kataku, Hilda menarik tubuhku dan kamipun saling berpagutan dengan mesranya aku lumat bibir Hilda.MUngkin kami sudah sama-sama merasakan hal yang menggebu dalam hati, dengan mesranya Hilda melepas pakaianku dan akupun melkaukan hal yang sama. Bokepindo Dan benar saja bukan umpatan yang aku terima, namun dukungan yang dengan lembutnya dia berkata untuk melanjutkan hubunganku dengan Hilda. Aku lihat lekuk tubuhnya dan tidak dapat aku pungkiri kalau dia memang begitu cantik.Akupun mendekat dan entah keberanian darimana yang membawaku untuk langsung memeluknya.




















