Salahkah aku? Bokep Sampai akhirnya, kami sama-sama melemah. Perlahan Dodi menekan penisnya ke dalam duburku. Aku tersenyum. Membutuhkan belaiannya. Wajahnya murung.“Anakku telah terbuang, Ma.”“Tak ada jalan lain, sayang,” bisikku menenangkan gemuruh dadanya.Aku kembali datang ke rumah pembuat ramuan itu. Kupeluk Dodi dan menggigit bahunya dengan kuat sembari mendesah. Kujepit penis itu sekuat tenaga. Kita tak boleh melakukan ini. Dia memintaku untuk datang. Aku memaksakan senyumku dalam nafasku yang sangat terburu-buru. Dia memberiku ramuan untuk dua minggu. Aku mengelus-eluskan lotion itu ke batang penisnya, lalu ke lubang duburku. Ini perawan mama untukku. Nanti mama nafsu lagi.




















