Ena, hisap sayang…” bisikku pelan. suara itu membangkitkan kemaluanku dengan cepat tegak berdiri dan sialan! Bokepindo Otak ku yang memang sudah kotor, membuat mata ku jadi segar dan memilih untuk bangun dan bergegas kekamar madi untuk mengggosok gigiku.Saat aku kembali kekamar dan hendak berbaring lagi, kulihat Ena pun terjaga dan bangun dari tempat tidur. “Aku pulang dulu, ntar klu memang si dia tidak pulang abang telpn aja aku” ujarnya .“Dedek sabar ya” cumbunya seakan mengajak kontolku yang ada ditangan nya berbicara. aku juga sudah lama penegen gini sama abang..” dan suara itu, ya.. Tak terasa hampir satu jam kami berbincang, kulihat sambil berkata Edi seperti sedang melihat jam yang ada di tangan kirinya “Wahh ternyata udah larut malam” ketus Edi.




















