“Wanita, memang suka yang indah-indah, sampai bentuk sepatu pun lucu-lucu,” aku membathin.Mataku tiba-tiba terantuk pandang pada sebuah sendal jepit yang diapit sepasang sepatu indah. Ternyata kenyataan tak sesuai dengan apa yang kuimpikan. Bokep Melihat keadaan seperti ini aku cuma bisa beristigfar sambil mengurut dada.“Ummi… Ummi, bagaimana Abi tak selalu kesal kalau keadaan terus menerus begini?” ucapku sambil menggeleng-gelengkan kepala. Ternyata kenyataan tak sesuai dengan apa yang kuimpikan. Katanya mau kayak Rasul? Di depan pintu kulihat masih banyak sepatu berjajar, ini pertanda acara belum selesai. Tubuh itu lantas berbalik ke arahku, pandangan matanya menunjukkan ketidakpercayaan atas kehadiranku di tempat ini. Selera makanku mendadak punah. Ummi kan muntah-muntah terus, ini badan rasanya tak bertenaga sama sekali,” ucap isteriku diselingi isak tangis. Abi tak tahan kalau makan terus menerus seperti ini!” Jawabku masih dengan nada




















