Aku hanya tertawa sebentar mendengarnya, karena bola mataku tetap memandang lekuk-lekuk tubuh Laura yang telanjang tanpa sehelai benangpun menutupinya. Bokep Sambil tetap membenamkan wajahku diantara dua gunungnya, tanganku secara perlahan menarik tangan Laura yang sedang asik mengeluar masukan jarinya.Awalnya dia menolak, tapi ketika aku bimbing jarinya kearah kontolku, Laura langsung menggenggam dan mengocoknya. Dengan tersenyum, dia mencoba untuk melepaskan CD yang masih melekat ditubuhku. Kedua payudaranya terasa makin mengeras, akhirnya kuputuskan untuk menikmati keadaan ini, karena jujur saja, kadang-kadang, dulu akupun sering menghayalkan betapa nikmatnya jika bercumbu dengan si Laura, apalagi jika berjalan di belakangnya, goyangan pantatnya ngajakin kita jual tanah (maksudnya ntar duitnya buat ngebayarin pantatnya, he.. “Ok deh Pak, eh Fais”, sambil tersenyum Laura langsung menggandeng tanganku. ketika berjongkok, tanpa sengaja sudut mataku melihat sesuatu yang sangat indah, dua pasang




















