sekarang aku benar2 sadar, indahnya melakukan kesalahan tapi lebih sakit setelah penyesalannya & semua itu takkan berguna… penyesalan takkan berakhirambilah maknanya & hindari penyesalannya. tapi otak picik & kata2 indah dari mulutku akhirnya meluluhkan pendirianya, akupun melakukan serangan kedua & kali ini lebih dahsyat.sekarang televisiah yang menonton kami, iatas sofa empuk yang besar aku memulai pembalasan dendamku atas penolakan yang pernah ia lakukan. Bokep (sebab aku memiliki mobil yang sama & aku juga maniak otomotif jadi aku sangat mudah mengenali tipe mobil meski hanya dari jauh).aku hanya berdiri tanpa ekspresi, lalu aku kembali kedalam. lalu aku langsung menciumi lehernya & merambta kebibir tipisnya, awalnya ia iam & memberi sedikit respon.tapi pada saat tanganku mulai “belanja” keselangkangannya iapun berontak & melepaskan ciumannya.




















