Dari jadi pembantu yang tugasnya membersihkan rumah dan merawat tanaman, aku diangkat jadi sopir pribadi Nyonya majikan. Aku masukan buku tabungan itu ke dalam tas ransel, diantara tumpukan pakaian. Bokepindo Dia membuka tasnya dan mengeluarkan uang lembaran dua puluh ribu. Wanita ini benar-benar seorang maniak. Aku mengangkat tubuhku dengan bertumpu pada kedua tangan. Ada empat kamar yang berjajar. Apalagi setelah beberapa hari aku bekerja di rumah ini aku sudah bisa mengetahui kalau majikanku, Nyonya Wulandari selalu sibuk dan jarang berada di rumah. Aku ingin merasakan dan menikmati dulu keindahan tubuhnya dan kehalusan kulitnya yang putih bagai kapas ini. Tapi sudah beberapa orang pemuda seusiaku yang jadi korban. Kurang..?”, tanyanya. Padahal semula dia sudah putus asa. Aku selalu berharap, apa yang terjadi pada diriku jangan sampai terjadi pada orang lain. Dia membuka tasnya




















