Ia melepas kemeja dan celana panjangnya, lalu duduk di pinggir tempat tidur dengan hanya bercelana pendek sambil berusaha mengatur dirinya agar tidak nampak grogi. Beberapa tetes keringat jatuh di punggungnya. Bokepindo “Bangsaaaattttt!!!!!”Tubuh telanjang Windu yang bermandikan keringat terbujur di lantai kamarnya. Ia berjalan gontai. Atau mau ngobrol dulu, atau mau yang lain, terserah si oom deh!” si mungil itu mulai menyalakan rokok Sampurna hijaunya. Tubuh mungil itu kini duduk mengangkang di antara pinggul Windu. “Silakan pak…” si resepsionis itu berjalan ke arah dalam ruangan, Windu mengikuti dari belakang, menelusuri lorong yang diterangi lampu temaram. Semuanya tak digubrisnya. Baru kali ini batang kemaluan itu merasakan sentuhan tangan lain, selain tangannya.




















