Tentu saja hatiku mulai berdebar-debar. Bokep Wajar sekali jika akhirnya Wiwi jatuh kepada pelukan lelaki lain, walau masalahnya bukan karena perselingkuhanku.Aku tak merasa wajahku tampan, walau banyak yang mengatakan bahwa aku tampan. Tak lama kemudian, kulihat pintu kamarku juga terbuka. Bisa fatal akibatnya. Aku berganti posisi di atasnya, seperti yang biasa kulakukan dengan wanita-wanita lain. Bibirnya semakin ganas melumat serta menyedot bibirku. Aku tak berani menggodanya. Sialan jawabku, sebab perkiraanku Erik mengajak bercanda atau sengaja memanas-manasiku. Lagi apa, Kang Darma? begitu katanya, membuatku benar-benar terperanjat. Aku memilih untuk duduk-duduk di depan kamar kontrakan. Tak bisa kutahan. Entah palsu atau tidak, yang pasti dia mengaku bernama: Ayu. Usinya pun paling 16 tahun. Mungkin jatuh di jalan Kata Teh Ana lagi, sambil mengulaskan senyumannya.




















