Belum sampai aku menstater mobil pickupku, Bu Murni sambil berlari kecil ke arahku..“Eh dik Wahyu, tunggu dulu katanya Pipit mau ikut sampai terminal bis. Bokep Wajahnya biasa saja, agak mirip Bu Murni, tapi kulitnya putih dan semampai pula. Akupun membalasnya dengan buas. Dia mau ambil surat-surat dirumah kakaknya. Pipit.. Makasih..” balasku.Masih sambil senyum dia balik kanan untuk masuk kembali ke dalam rumahnya. Aku dan Pipit menggelinjang, menegang, daan.. Aku terima saja gelasnya dan meminumnya. 3 bulan aku jalani dengan biasa saja. Sambil ngobrol ngalor-ngidul aku antar dia sampai dirumahnya yang memang agak jauh dari pasar tempat dia berjualan kain-kain dan baju.Sesampai dirumahnya aku bantuin dia mengangkat barang-barangnya. Kami berpelukan, mulutku berbisik dekat telinga Pipit.“Kamu gila Pit..


