Apa kau kenal dengan anak ini?”, tanyanya. “Hhhmm.. Bokepindo Tapi Erik menahanku dengan kuat. Aku nggak marah kok. Marah yaa? “Erriik!! Nafasnya terdengar berat penuh dengan kemarahan dan birahi. Temennya juga..” ujar Sara sambil tertawa kecil. Aku pun merasa heran dan sedikit takut. Dan aku pun bertanya, “Bunda, tamu istimewanya siapa sih? “Ayo bangun, cepat mandi, pakai pakaian terbaik kalian, setelah itu kalian harus berkumpul di aula. Kamu itu perempuan apa??!! Kenapa? Aku mendesah panjang. ‘Senjata’nya sudah memasuki diriku seutuhnya dan sakit yang kurasakan itu sedikit aneh, ada kenikmatan di dalamnya. Setiap kali tubuh Erik menghentak, aku menjerit sekeras-kerasnya. Dan aku segera membenamkan diriku ke dalam pelukan Erik.“Terima kasih..Erik.”




















