Kalo mengingat kejadian itu memang menggelikan sekali. “Iya, Tante. Bokepindo “Aku.., Apa yg harus kulakukan?” tanyaku tak mengerti. Namun aku tak peduli dgn paha yg indah padat dan putih terbuka cukup lebar itu. Namun Lidya tampaknya juga tak peduli. Sembari memandangiku yg masih terbaring dalam keaadaan polos, Lidya mengenakan lagi pakaiannya. Bahkan dia sering main ke rumahku, Bapak dan Ibu juga senang dan berharap Lidya bisa jadi kekasihku.Begitu juga dgn Mbak Lisa, sangat cocok sekali dgn Lidya Namun aku tetap tak tertarik padanya. Untuk pertama kalinya, aku melihat sosok badan sempurna seorang perempuan dalam keadaan tanpa busana. Sementara Tante Amanda pergi membawa Bobby, aku dan Lidya duduk di bangku taman dekat patung Pangeran Diponegoro yg menunggang kuda dgn gagah. Namun aku masih tetap diam, tak tahu apa yg harus kulakukan.




















