Tak peduli dengan segala kegilaan yang sedang terjadi. Terutama alasannya yaitu sikapnya yang ramah. Bokep Ia sering pribadi menyebut namaku, sesekali bila sedang bersama rekan kerja lainnya, ia menyebut “Pak”.Dan tanpa kusadari pula, belakang layar saya merasa betah dan nyaman bila memandang wajahnya yang elok dan lembut menawan. Suka betis Mbak. Aku tak peduli walaupun ada nada perintah di setiap kalimat yang diucapkannya. Kami saling menatap. Di paha bab belakang mulus tanpa bulu. Dan ketika bibirku mulai mengulum rambut-rambut ikal yang menyembul dari balik G-stringnya, tiba-tiba Mbak Lia mendorong kepalaku.Aku tertegun. Tunjukkan dengan rakus seolah ini yaitu kesempatan pertama dan yang terakhir bagimu!”Aku terpengaruh dengan kata-katanya. Aku selalu duduk persis di depannya. Tarikan perlahan itu tak bisa kutolak. Tak usang kemudian, jari tangannya menengadahkan daguku.




















