Sampai di perempatan aku harus ambil keputusan mau ke mana? Bokepindo “Mau makan jagung?”, tanyanya. “Ayolah.., Sar, sebentar aja, sekali aja..”. Kuminta Sari mengulumnya di situ. Bu Maya (sebut saja begitu) kawan sekerjanya yang telah berkeluarga ada di sampingnya. Nikmatnya bibir itu turun naik menelusuri seluruh batang penisku. Pada hari yang telah disepakati, Sari akan menunggu di jalan “D” pukul 17.10. Aku coba menawar jamnya agak malam saja. Walaupun jam kerja resmiku sampai pukul 17, tapi aku jarang bisa pulang tepat waktu. Hal ini sangat kuhindari. Sekarang tonjolan putingnya lebih jelas, karena mengeras. Aku memperlambat jalan mobilku, menikmati kulumannya sambil mata tetap mengawasi kendaraan lain.




















