Ada yang ketinggalan.” Segera kubuka lokerku, kagetnya aku ternyata lokerku kosong, rupanya aku memang tidak pernah menaruh barang di situ. Bokep aku.. mau tidak mau aku harus meninggalkan si cowok keren tadi.Malamnya sosok pria itu jadi kepikiran terus, tapi dasar, nasib ya nasib, mana mungkin bisa mencium orang seperti dia, malah kebanyakan menghayal jadinya. Saat itulah Kak Jefri muncul. “Alex mau dong.” Pintaku sambil menatap sekali lagi wajah pangeranku yang tampan itu. jika kakak keberatan.. Panggil saja kakak biar akrab.”
“Iya Om, eh.. Saat itu dia sudah mulai mencari ke sekelilingnya kalau-kalau ada yang sengaja berdiri dan menatapnya.Jreng! Nanti dia malah mencomooh dan menghinaku. Nah ini dia.” Kami berhenti di rumah yang pagarnya berwarna biru, lalu saya mengucapkan terima kasih sebelum Kak Jefri pergi.Sehabis membersihkan diri, malam itu saya jadi kepikiran Kak Jefri




















