Dengan pandangan benci aku menatap pak Edy. Bokepindo Ya.. Tepat ketika aku membuka kunci pintu ruangan ini, pak Edy kembali mengingatkan,“Eliza, ingat, besok Sabtu jam delapan malam, bapak tunggu kamu dan Jenny di ruang UKS”.Aku tak menjawab, dan keluar dari ruangan laknat ini. Aku merinding mendengar pujian yang tak sepantasnya dilakukan oleh seorang wali kelas terhadap muridnya.“Pak, apa tidak ada perlu penting? Bahkan ia memajukan tubuhnya hingga tusukan penisnya makin terasa saja. Ia sedang meliuk liukkan tubuhnya di atas tubuh temannya yang rebahan di atas meja yang sudah ditata itu, mungkin sekali Vera sedang mengendarai penis temannya itu.Benar benar pemandangan yang kontras, Vera yang begitu putih menggeliat di atas tubuh temannya yang jadi terlihat begitu hitam. Entah dosa apa aku harus melayani tiga lelaki bejat ini di sekolah.




















