Waktu sedang larut dalam canda tawa, tiba-tiba pundakku ditepuk dari belakang dan orang itu langsung duduk di sebelah kiriku.“Hallo girls, gabung yah, penuh nih!” sapa orang itu yang ternyata si Kelvin, salah satu playboy kampusku yang dua minggu lalu terlibat bercinta denganku.“Penuh apa alasan buat bisa deketin kita, heh?” goda Nana padanya.“Iya nih, dasar, itu tuh disana aja kan ada yang kosong, hus.. Ternyata si Kelvin menyalakan MP3 di komputernya dan menyetel volume suaranya untuk meredam suara kami. Bokepindo Kuelus-elus dada Kelvin dan berusaha menenangkannya, setelah kubujuk-bujuk akhirnya dia mundur juga.“Tenang Mas, kamu orang terusin aja, biar saya urus yang ini”Akupun tersenyum padanya mencoba mengajak bicara sambil memegangi kedua lengannya, kurasakan tubuhnya masih agak gemetar dan tertunduk, entah karena tegang, kaget, atau malu.“Nama kamu Dadang ya?” tanyaku dengan lembut dan dijawab dengan




















