Mbak..”. Setengah dari rokoknya telah habis ketika kulihat Iswani keluar dari pintu kamar dengan menggunakan kaos oblong besar dan celana pendek sebatas paha. Bokepindo Setiap baris rencana yang kucatat kubayangkan pula langkah-langkah kerja yang akan kulakukan.Setiap hal penting yang muncul dari bayanganku kutulis dalam jurnal. Setelah kukenakan celana pendek kubuka pintu, ternyata yang ada dihadapanku adalah Iswani yang telah kembali balik kekamar setelah keluar entah kemana dan berapa lama. Tak terasa waktu telah menunjukkan pukul 5.42 pagi. “Tok, katamu kamu belum pernah punya pacar, benarkah?”, tanyanya yang langsung kujawab dengan anggukan sambil meniup kopi panasku agar agak dingin. Terkejut oleh ucapannya yang panjang dan mengagetkan aku hanya mengucapkan “Terima kasih banyak, Mbak”.




















