Kemaluan kami kembali bergesekan. Bokep Aku maklum dengan apa yang diinginkan kak Dewi. Kulihat jam menunjukan pukul 10.30 malam, ya ampun aku memang ketiduran.Cuci muka di wastafel, lalu aku ambil sisa kopi yang tadi sore kuseduh. Alamak, betisnya sedemikian putih dan mulus…“Kamu gak pergi kemana-mana kan ?“, kata kak Dewi. Melahap makanan yang tersedia dimeja makan, emang gua laperrrr !Besoknya, suasana masih terasa amat hambar.Kak Dewi tak mengucap sepatah katapun. udah ?”, kak Dewi bertanya ketika tanganku menahan gerakan tanganya yang masih mengurut dan membelai. Gesek-gesek. Dingin tapi lumayan daripada gak ada. Dan…“Bikin minum dong, haus nih…!”, Kak Dewi membalikan badannya, dan melihat kearahku yang tengah menikmati bagian belakang tubuhnya.“Orange, atau susu ?”, tanpa sadar aku melirik kearah dadanya.Kak Dewi merasakan pandangan mataku, ia membetulkan leher bajunya.“Susu deh !













