Pelan-pelan dong” dengan terbata-bata dan lemah kata-kata yang keluar dari mulutnya. Perlahan aku mencoba lagi dan dengan inisiatif Im-im yang mengangkat kedua kakinya hingga selakangannya lebih terbuka lebar yang membuatku lebih leluasa menerobos masuk vaginanya dan ternyata usahaku tidak sia-sia. Bokepindo Gimana?”Dan Im-im cuma diam sambil lihatin wajahku, sebenarnya aku tahu dia naksir aku sudah lama tapi karena posisi dia hanya baby sitter cantik yang membuatnya nggak PD.“Benar ya.., janji lho?” pintanya dengan sedikit raguDan dengan wajah penuh semangat aku bersumpah untuk menepati janjiku, meskipun aku enggak ada niat untuk menepati janjiku. Dengan sedikit menjerit Imah mengeluh,“Aduh.., sakit. Akhirnya aku bisa merasakan tubuh Im-im yang lama ada dianganku.Kami berdua tergolek lemah seolah tubuhku tak bertulang, kupeluk tubuh Imah si baby sitter cantik dengan erat agar dia tidak galau dan setelah tenagaku pulih




















