“Duduklah dulu, kopimu sedang dibuatkan.”
Masih pura-pura lesu, aku kembali ke tempat duduk asalku.“Kamu kenapa lagi Rick?” Felly bertanya dengan lembut. Bokep indo Sejak itu aku tak tahu kabar beritanya.Entah apa yang dibicarakannya dengan teman-temannya. Permainan Sex-nya? Banyak cewek-cewekku yang jauh lebih menarik untuk kuajak ke tempat tidur. segala macam perasaan bercampur aduk di kepalaku. Tidak ada niat sedikitpun untuk menindak lanjuti pembicaraan kami. Hanya beberapa kalimat “Black Label double” pernah kuucapkan sebagai komunikasi nyata antara aku dengannya.Malam itu malam minggu. Detik berikutnya baru aku sadar di mana aku. “Rick, aku harus pergi sekarang,” ia diam sejenak, “Nanti sore kau boleh telepon aku.”
“Thanks Fell,” aku berdiri mendekat, kukecup keningnya dan kutinggalkan ia.




















